Inilah yang menjadi perkara orang-orang positif (dalam berbagai buku) terhadap orang-orang negatif (dalam berbagai buku juga), dimana orang-orang positif selalu berperkara terhadap kenegatifan orang-orang negatif, yang tidak bisa melihat sisi indahnya hidup ini. Memang dalam satu post saya di blog ini menyebutkan tidak baik selalu berpikir baik akan segala hal, perlu diingat hidup ini penuh kenyataan pahit (yang notabene sering lebih banyak daripada hal baik). Saya bukan bersikap menolak terhadap sikap berpikir baik (positif), hal ini perlu dilakukan tapi tidak dalam cara berlebih, ini yang hendak saya tekankan di post yang ini, mencoba melihat garis perak di awan kelabu (kayak lagunya AB Three...ada yang masih inget ga hehe).
Berpikir positif, atau mencoba melihat baiknya dari suatu masalah, adalah salah satu jalan keluar dari hanyutnya kita dalam pemikiran tanpa batas yang kalau didiamkan bisa berakibat ... ah udah jangan dibahas disini, buku-buku dunia medis dan psikologi cukup membahas banyak soal itu.
Contoh konkrit (saya senang menggunakan contoh konkrit supaya lebih "nyantol" di kepala kita heheheh), ada seorang tukang cukur berkata (sebut saja Tn. A) " ah..hari ini saya hanya berhasil mencukur 3 orang" pada sesama tukang cukur lainnya (sebut saja Tn. B), lalu Tn. B menjawab "kamu hebat!!!...sejak 2 minggu lalu saya baru mencukur 3 orang".
coba tempatkan diri kita dalam posisi Tn. A, setelah mendengar B berkata begitu...jujur....apa yang kita rasakan??....bisa mengikuti pikiran saya.
lanjut ke contoh konkrit kedua, coba andaikan diri kita sendiri, bayangkan kita lagi di saat paling sial dan paling buruk yang pernah kita alami....
...jatuh dari motor, putus cinta, kehilangan barang, sakit, pulang kehujanan, nilai paling buruk, kehilangan kesempatan, dipecat, komputer rusak, dan segudang hal lain yang sangat menyiksa pikiran dan raga....coba bayangkan itu semua terjadi dalam 1 hari (sebisa mungkin deh, biar ga jadi sadis-sadis amat), apa yang kita pikirkan??? (Gila lo sam, apa yang bisa diliat positifnya dari hal-hal kayak gitu klo terjadi bersamaan)
pernah terpikir mengakhiri hidup? wow...this is the worst answer...
tapi jujur saya juga (yang masih manusia) pernah berpikir demikian, tapi coba setelah itu, pikir lagi, bahwa setelah serentetan kejadian kesialan dan kemalangan menimpa, dan kita masih hidup??? bukankah berarti ada sesuatu yang menginginkan kita hidup?...bukankah hidup kita sendiri itu sudah merupakan sebuah anugerah?...
klo masih susah ato terlalu berat ngebayanginnya, gini deh, coba di hari tersial dalam hidupmu itu, inget-inget lagi hal-hal yang bikin lo senyum, ketawa, bahagia, terharu, dan peristiwa-peristiwa menyenangkan lainnya, bukankah sekarang ada secercah garis perak di awan kelabu-mu hehehe...klo ada kenangan itu, berarti lo masih layak untuk terus hidup, dan lo masih berarti buat beberapa orang atau hal kalo emang bukan orang.
...and that's a reason enough to live...so live...!!!
PS : penting untuk dicatat, poin dari postingan ini adalah sekecil apapun hal yg menjadi alasan untuk tetap hidup dan maju ke depan...adalah cukup untuk membuat kita tetap hidup dan terus maju ke depan...sekecil apapun....
NB : heheheh...poin diatas perlu dibuat, krn gw bikinnya sambil mengalir, jadi takut ngelantur kemana2 n jadi ga jelas.
Catatan : utk temanku yang sering mengeluh tentang pekerjaan hari ini tidak berjalan seperti keinginan kita.
Rabu, Januari 16, 2008
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar