Minggu, Februari 01, 2009

Untuk Pasangan

sumber gambar: http://leejagers.wordpress.com/18 Juli 2006.

Saya pernah membaca sebuah cerita, mengenai sepasang suami istri, dan beberapa hari yang lalu atau mungkin sudah berminggu-minggu yang lalu tiba-tiba teringat akan cerita ini, bagi yang pernah mendengar mohon diberi tahu dari buku apa saya cuplik cerita ini, dan mohon dikoreksi untuk ketidak tepatannya, karena saya sendiri sudah lupa dari mana hehehe....

diceritakan, sepasang suami istri, sudah menikah beberapa tahun, dimana pernikahan mereka belum terlalu berumur, dan banyak perselisihan terjadi, dimana sang suami tidak menyukai jika istrinya berbuat A, B, C, dan D, dan istrinya tidak menyukai jika suaminya berbuat W, X, Y, dan Z, hingga tibalah mereka pada sebuah pertengkaran hebat, yang memaksa mereka menemui konsultan/psikolog pernikahan, dan psikolog menyarankan bahwa mereka harus menuliskan masing-masing apa saja kesalahan-kesalahan yang diperbuat oleh pasangannya, dan pada satu waktu yang ditentukan, mereka harus kembali dan membahas bagaimana menyelesaikan masalah-masalah itu...

kembali ke kehidupan sehari-hari mereka, pasangan tersebut mulai menuliskan kesalahan-kesalahan dan hal-hal yang seharusnya tidak diperbuat pasangannya, hingga suatu waktu, sesaat sebelum tidur, sang suami merenung dan menatap tulisan-tulisan kesalahan istrinya, dan setelah berpikir panjang, ia berkata pada dirinya sendiri, untuk apa saya menulis hal-hal ini, saya mencintai kamu apa adanya....

dan iapun merobek tulisan kesalahan-kesalahan istrinya tersebut, dan mengecup kening istrinya yang sedang tidur, dan meminta maaf sambil berjanji akan menerima pasangannya apa adanya...

well...semoga benar ceritanya seperti ini, saya hanya dapat menceritakan intinya saja (hehehe...inilah salah satu sifat buruk saya), semoga berguna untuk kita semua.

GBU all.

source : INSPIRO

1 komentar:

Anonim mengatakan...

yah..mereka kan suami istri, dengan kata lain mereka telah berjanji sehidup semati, menerima apapun kondisi pasangannya, karena namanya menikah,bagi saya itu seumur hidup (kaya udah nikah aja), sebelumnya pasti sudah dipikirkan baik-baik, dan tentunya sudah menerima sgala kekurangan dan kelebihan pasangannya..bgaimana kalo yang masih pacaran?
kalo masih pacaran,menurut saya, disinilah kita harus berkompromi dengan pasangan kita, bilang kalo ada yang ga kita suka, untuk dicari penyelesaiannya. bukankah pacaran adalah suatu tahapan untuk semakin mengenal pribadi pasangan masing2, bukan untuk menghilangkan perbedaan yang ada, tapi untuk mencari penyelesaian dari suatu perbedaan. disini kita perlu melihat dari kacamata pasangan kita, sebenarnya mengapa perbedaan itu menjadi sebuah masalah, karena manuasia indah dengan adanya perbedaan masing-masing yang membuat suatu pribadi menjadi unik..kalo ternyata perbedaan yang ada berkembang menjadi suatu masalah dan tidak terselesaikan, bukankah berarti pasangan tersebut mengalami ketidakcocokkan, dan sebaiknya dipikirkan kembali, apakah ingin diteruskan, ataukah cukup sampai disini saja..
-n_n-